Minggu, 14 Mei 2017

IKM

ilmu kesehatan masyarakat
dosen pengampu : Tuti meihartati, S, ST, M.kes 

 BAHAYA NYAMUK PADA SISWA-SISWI

DI SDK ST. VINCENT DS. GUNUNG BESAR

KAB. TANAH BUMBU

Ayu Sukoco Putri
Dosen Program Studi DIII Kebidanan STIKES Darul Azhar Batulicin

ABSTRAK

Kegiatan pengabdian dilatar belakangi dari banyaknya bahaya nyamuk bagi tubuh khususnya pada anak SD yang ada di SDK St. Vincent Ds. Gunung Besar Kabupaten Tanah Bumbu. Selain dari pada itu makanan dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi utama bagi tubuh.Rumusan masalah dalam pengabdian ini adalah : 1). Pengertian nyamuk 2). Apa penyebab perkembangan nyamuk 3). Apa saja tanda dan gejala yang ditimbulkan dari nyamuk 4). Bagaimana pencegahan penyebaran nyamuk. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk suatu penyuluhan singkat selama30 menit dengan anggota sebanyak 20 siswa siswi kelas 2 yang dilaksanakan di SDK St. Vincent.. Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah, Tanya jawab, dan diskusi,. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan pengabdian kepada siswa siswi kelas 2 berlangsung, diperoleh beberapa hasil yang positif, diantaranya adalah: 1). Para peserta menunjukkan perhatian yang sangat tinggi terhadap materi pengabdian yang disampaikan oleh tim pengabdian. 2). Para pesertaaktif bertanya.

Kata Kunci :Pengetahuan., cacingan, siswa-siswi


PENDAHULUAN

Pemberitaan di media mnyebutkan semakin banyaknya penyakit yang menyerang anak-anak di Indonesia, hal ini menunjukkan bahwa kesehatan anak merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan. Tingkat kesehatan anak Indonesia yang semakin menurun berkaitan dengan tingkat pengetahuan kesehatan yang kurang. Dalam hal ini yang berperan dalam pengetahuan kesehatan anak tidak hanya orang tua saja tetapi juga pihak lainnya dan salah satu adalah sekolah. Selain itu, faktor orang tua yang mungkin berperan antara lain status ekonomi dan tingkat pendidikan orang tua. Peran sekolah dalam pendidikan kesehatan pada anak selain dalam proses pembelajaran yang formal, juga disertai dengan penerapan sikap dan perilaku kesehatan pada anak-anak.
Meskipun kesehatan selalu menjadi topik utama di Indonesia, seperti yang ditunjukkan selama 25 tahun pertama rencana pembangunan. Namun masih banyak kendala-kendala yang di hadapi, sehingga tetap munculnya kasus-kasus lama ataupun baru di bidang kesehatan dan dalam hal inilah perlu di tangani lebih mendalam mengenai hal-hal penyulitnya.
Keberadaan nyamuk sejak dulu tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Dari interaksi yang disebabkan antara nyamuk dan manusia terkadang memberikan permasalahan tersendiri bagi manusia. Manusia sering terusik dengan nyamuk dan wabah yang disebabkannya itu, tidak jarang nyamuk membawa virus penyakit yang berbahaya dan dapat mengancam keselamatan jiwa. Salah satu wabah yang bisa mengancam nyawa manusia yang disebarkan oleh nyamuk adalah penyakit Demam Berdarah Dengue atau yang biasa kita kenal dengan DBD.
Penyakit demam berdarah tersebut disebabkan oleh virus dengue yang dibawa dan disebarkan oleh salah satu jenis nyamuk betina bernama Aedes Aegypti. Sampai sekarang di media masa terutama pada saat musim penghujan sering didengar tentang wabah penyakit demam berdarah yang disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, dan masih menjadi permasalahan tersendiri yang masih harus sering diwaspadai. Pemerintah pun terus mengingatkan masyarakat tentang ancaman bahaya demam berdarah melalui program 3M yang sering diberitahukan melalui media elektronik seperti televisi maupun media cetak seperti koran, dan lain-lain. Karena jika dilihat secara seksama, permasalahan penyakit yang disebabkan oleh nyamuk DBD tersebut selalu muncul setiap tahunnya.
Padahal segala macam bentuk pencegahan, pensosialisasian, hingga pemberantasan nyamuk DBD sering diadakan di masyarakat setiap tahunnya. Kebiasaan dan kesadaran manusia yang kurang hidup bersih dan sehat seringkali memperkeruh permasalahan yang ada. Pemahaman yang kurang dan ketidak jelian dalam mendeteksi suatu penyakit sering kali mengakibatkan keterlambatan penanganan yang berpotensi meningkatkan resiko kematian bagi penderita. Kesalahan dalam melakukan penanganan pun dapat menjadi masalah yang berakibat fatal apabila tidak didukung dengan pengetahuan yang benar dan tepat dalam menangani kasus DBD.
Karena kesembuhan penyakit DBD tersebut tergantung pada kecepatan perawatan dan penanganan. Namun apabila seorang penderita sudah dideteksi terkena DBD sejak dini namun diberi penanganan yang tidak tepat dan salah, maka hal tersebut dapat memperparah keadaan yang seharusnya dapat dengan segera ditanggulangi tetapi malah memperburuk keadaan karena kesalahan dan ketidak tepatan dalam melakukan penanganan . Namun tidak semua orang memiliki kesadaran untuk melakukan tindakan preventif yang lebih bijaksana. Masih saja ada warga yang terkesan menyepelekan hal tersebut. Masyarakat seringkali berinisiatif mengatasi setelah semuanya terlambat, karena kewaspadaan terhadap gejala DBD masih belum tinggi, sehingga kemungkinan untuk membawa keadaan yang semakin parah seperti kematian menjadi semakin besar. Sementara bahaya nyamuk demam berdarah tetap menjadi ancaman bagi masyarakat dan kesadaran masyarakat masih belum terbangun dengan baik.
Oleh karena itu, masyarakat dirasa masih perlu untuk ditingkatkan kewaspadaannya dalam menyikapi gejala penyakit, terutama penyakit Demam Berdarah Dengue yang selalu mengancam setiap tahunnya dan dapat mengakibatkan kematian. Karena itu peranan media dalam menyampaikan informasi serta cara pengkomunikasian yang dapat tertanam dalam benak masyarakat memiliki andil yang besar dan berpengaruh dalam membangun persepsi dan perilaku masyarakat selama ini, dengan harapan dalam melakukan penanganan DBD tersebut dapat dilakukan dengan lebih bijak.

METODE PELAKSANAAN

Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam waktu singkat selama 30 menit dengan anggota sebanyak 20 orang siswa-siswi kelas 2 di SDK St.Vincent.
Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut: Tim pengabdian membahas mengenai teori bahaya nyamuk meliputi pengertian nyamuk,penyebab dan cara penularan  nyamuk, tanda dan gejala penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk, pencegahan penyebaran nyamuk.

Realisasi Pemecahan Masalah.

Kegiatan yang dilakukan dalam mencapai tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut:
1.       Persiapan.
a.    Mengurus surat izin dan surat tugas untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
b.    Menghubungi Kepala Sekolah SDK St. Vincent ibu Sisilia S.Pd. SD menetapkan jumlah peserta dan jadwal pelaksanaan pengabdian kepada siswa siswi SD.
2.       Pelaksanaan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2017 di SDK St. Vincent Desa Gunung Besar Kabupaten Tanah Bumbu

Khalayak Sasaran.

Sebagai peserta dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para siswa-siswi kelas 2 di SDK St. Vincent Tanah Bumbu.

Metode yang digunakan.

Metode            yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah, Tanya jawab, dan diskusi.

HASIL DAN PEMBAHASAN

Berdasarkan pengamatan selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlangsung, diperoleh beberapa hasil yang positif, diantaranya adalah:
1.              Para peserta menunjukkan perhatian yang sangat tinggi terhadap materi pengabdian yang disampaikan oleh tim pengabdian.
2.              Para peserta aktif bertanya dan mereka bersemangat untuk dapat menerapkan pola hidup sehat di rumah masing-masing dalam keseharian.

Ditinjau dari segi materi pengabdian yang disampaikan, banyak pengalaman atau pengetahuan baru yang diperoleholeh siswa-siswi yang ada di SDK St. Vincent Desa Gunung Besar Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan.
Secara umum kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat ini tidaklah menemukan kendala yang cukup berarti, dalam artian bahwa pelaksanaan kegiatan ini cukup lancar. Hanya saja karena keterbatasan dana untuk pelaksanaan pengabdian ini, maka menyebabkan keterbatasan bentuk, jenis, dan waktu pelaksanaan kegiatan.

KESIMPULAN DAN SARAN

Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada bagian sebelumnya, diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat:
1.            Meningkatkan pengetahuan bagi siswa-siswi tentang makanan yang sehat di SDK St. Vincent Desa Gunung Besar Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan Selatan.
2.              Meningkatkan semangat para siswa-siswi demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan memakan makanan yang bergizi.
Berdasarkan kepada hasil yang diperoleh maka dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut:
1.  Berdasarkan permintaan dari peserta, hendaknya kegiatan-kegiatan seperti ini dapat ditingkatkan frekuensi pelaksanaannya.
2.  Biaya untuk pelaksanaan kegiatan ini hendaknya lebih ditingkatkan, sehingga dapat melaksanakan kegiatan lebih variatif dan waktu lebih lama.

DAFTAR PUSTAKA


A.A. Anwar Prabu Mangkunegara. (2010) Manajemen Sumber daya Manusia. Bandung : PT Remaja Rosdakarya.
Adisamito W. (2007). Sistem Kesehatan.  ED1. Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.
Almatsier S. (2001). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT. Gramedia pusaka utama.
Anonim. (2004) . Pedoman Pengobatan Dasar di Puskesmas. Yogyakarta: Depkes RI
Chandra, Dr. Budiman. (2007). Pengantar Kesehatan Lingkungan.  Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran. Hal 124, dan 144-147.
Corwin, Elizabeth. (2002). Patofisiologi. Jakarta : EGC.
Doenges. (2003). Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan Dan Pendokumentasian. Jakarta : EGC.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2002). Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Ed1. Jakarta: Sagung seto.
Judarwanti, Widodo. (2010) . Deteksi Dini dan Pencegahan Penyakit Cacing Pada Anak.Yogyakarta: Depkes RI
Machfoedz I, Suryani E. (2007). Pendidikan Kesehatan bagian dari promosi kesehatan.yogyakarta : Fitramaya
Mansjoer,Arifin. (2004) . Kapita Selekta Kedokteran Edisi ke-3 jilid 1.  Jakarta : Media Aesculapius Fakultas Kedokteran UI.
Muninjaya AAG. (2004). Manajemen Kesehatan. Ed2. Jakarta : EGC.
Narendra MB, dkk. (2008). Tumbuh Kembang Anak dan Remaja jilid 1. Ed1. Jakarta : Sagung Seto.
Notoatmojo S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku. Jakarta : Rineka Cipta.
Sediaoetama AD. (1985). Ilmu Gizi. Jakarta : Dian rakyat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar