ilmu kesehatan masyarakat
dosen pengampu : Tuti meihartati, S, ST, M.kes
BAHAYA NYAMUK
PADA SISWA-SISWI
DI SDK ST. VINCENT DS. GUNUNG BESAR
KAB. TANAH BUMBU
Ayu Sukoco Putri
Dosen Program Studi
DIII Kebidanan STIKES Darul Azhar Batulicin
ABSTRAK
Kegiatan pengabdian dilatar belakangi dari banyaknya bahaya nyamuk bagi tubuh khususnya pada anak SD yang ada di SDK St. Vincent Ds. Gunung Besar Kabupaten Tanah Bumbu. Selain dari pada itu makanan dibutuhkan tubuh sebagai sumber energi
utama bagi tubuh.Rumusan masalah dalam pengabdian ini adalah : 1). Pengertian nyamuk 2). Apa penyebab
perkembangan nyamuk 3). Apa saja tanda dan gejala yang ditimbulkan dari nyamuk 4). Bagaimana pencegahan penyebaran nyamuk. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk suatu penyuluhan singkat selama30 menit dengan anggota sebanyak 20 siswa siswi kelas 2 yang dilaksanakan di SDK
St. Vincent.. Metode
yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah, Tanya jawab, dan diskusi,. Berdasarkan pengamatan selama kegiatan pengabdian kepada siswa siswi kelas 2 berlangsung, diperoleh beberapa hasil yang
positif, diantaranya adalah: 1). Para peserta menunjukkan perhatian yang sangat tinggi terhadap materi pengabdian
yang disampaikan oleh tim pengabdian. 2). Para pesertaaktif bertanya.
Kata Kunci :Pengetahuan., cacingan,
siswa-siswi
PENDAHULUAN
Pemberitaan di media mnyebutkan semakin
banyaknya penyakit yang menyerang anak-anak di Indonesia, hal ini menunjukkan
bahwa kesehatan anak merupakan hal yang sangat penting untuk diperhatikan.
Tingkat kesehatan anak Indonesia yang semakin menurun berkaitan dengan tingkat
pengetahuan kesehatan yang kurang. Dalam hal ini yang berperan dalam
pengetahuan kesehatan anak tidak hanya orang tua saja tetapi juga pihak lainnya
dan salah satu adalah sekolah. Selain itu, faktor orang tua yang mungkin
berperan antara lain status ekonomi dan tingkat pendidikan orang tua. Peran
sekolah dalam pendidikan kesehatan pada anak selain dalam proses pembelajaran
yang formal, juga disertai dengan penerapan sikap dan perilaku kesehatan pada
anak-anak.
Meskipun kesehatan selalu menjadi
topik utama di Indonesia, seperti yang ditunjukkan selama 25 tahun pertama
rencana pembangunan. Namun masih banyak kendala-kendala yang di hadapi,
sehingga tetap munculnya kasus-kasus lama ataupun baru di bidang kesehatan dan
dalam hal inilah perlu di tangani lebih mendalam mengenai hal-hal penyulitnya.
Keberadaan nyamuk sejak dulu tidak dapat
dipisahkan dari kehidupan manusia. Dari interaksi yang disebabkan antara nyamuk
dan manusia terkadang memberikan permasalahan tersendiri bagi manusia. Manusia
sering terusik dengan nyamuk dan wabah yang disebabkannya itu, tidak jarang
nyamuk membawa virus penyakit yang berbahaya dan dapat mengancam keselamatan
jiwa. Salah satu wabah yang bisa mengancam nyawa manusia yang disebarkan oleh
nyamuk adalah penyakit Demam Berdarah Dengue atau yang biasa kita kenal dengan
DBD.
Penyakit demam berdarah tersebut disebabkan
oleh virus dengue yang dibawa dan disebarkan oleh salah satu jenis nyamuk
betina bernama Aedes Aegypti. Sampai sekarang di media masa terutama pada saat
musim penghujan sering didengar tentang wabah penyakit demam berdarah yang
disebabkan oleh nyamuk Aedes Aegypti, dan masih menjadi permasalahan tersendiri
yang masih harus sering diwaspadai. Pemerintah pun terus mengingatkan
masyarakat tentang ancaman bahaya demam berdarah melalui program 3M yang sering
diberitahukan melalui media elektronik seperti televisi maupun media cetak
seperti koran, dan lain-lain. Karena jika dilihat secara seksama, permasalahan
penyakit yang disebabkan oleh nyamuk DBD tersebut selalu muncul setiap
tahunnya.
Padahal segala macam bentuk pencegahan,
pensosialisasian, hingga pemberantasan nyamuk DBD sering diadakan di masyarakat
setiap tahunnya. Kebiasaan dan kesadaran manusia yang kurang hidup bersih dan
sehat seringkali memperkeruh permasalahan yang ada. Pemahaman yang kurang dan
ketidak jelian dalam mendeteksi suatu penyakit sering kali mengakibatkan
keterlambatan penanganan yang berpotensi meningkatkan resiko kematian bagi
penderita. Kesalahan dalam melakukan penanganan pun dapat menjadi masalah yang
berakibat fatal apabila tidak didukung dengan pengetahuan yang benar dan tepat
dalam menangani kasus DBD.
Karena kesembuhan penyakit DBD tersebut
tergantung pada kecepatan perawatan dan penanganan. Namun apabila seorang
penderita sudah dideteksi terkena DBD sejak dini namun diberi penanganan yang
tidak tepat dan salah, maka hal tersebut dapat memperparah keadaan yang
seharusnya dapat dengan segera ditanggulangi tetapi malah memperburuk keadaan
karena kesalahan dan ketidak tepatan dalam melakukan penanganan . Namun tidak semua
orang memiliki kesadaran untuk melakukan tindakan preventif yang lebih
bijaksana. Masih saja ada warga yang terkesan menyepelekan hal tersebut.
Masyarakat seringkali berinisiatif mengatasi setelah semuanya terlambat, karena
kewaspadaan terhadap gejala DBD masih belum tinggi, sehingga kemungkinan untuk
membawa keadaan yang semakin parah seperti kematian menjadi semakin besar.
Sementara bahaya nyamuk demam berdarah tetap menjadi ancaman bagi masyarakat
dan kesadaran masyarakat masih belum terbangun dengan baik.
Oleh karena itu, masyarakat dirasa masih
perlu untuk ditingkatkan kewaspadaannya dalam menyikapi gejala penyakit,
terutama penyakit Demam Berdarah Dengue yang selalu mengancam setiap tahunnya
dan dapat mengakibatkan kematian. Karena itu peranan media dalam menyampaikan
informasi serta cara pengkomunikasian yang dapat tertanam dalam benak
masyarakat memiliki andil yang besar dan berpengaruh dalam membangun persepsi
dan perilaku masyarakat selama ini, dengan harapan dalam melakukan penanganan
DBD tersebut dapat dilakukan dengan lebih bijak.
METODE
PELAKSANAAN
Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam waktu singkat selama 30 menit dengan anggota sebanyak 20 orang siswa-siswi
kelas 2 di SDK St.Vincent.
Langkah-langkah pelaksanaan kegiatan adalah sebagai berikut: Tim pengabdian membahas mengenai teori bahaya nyamuk meliputi pengertian nyamuk,penyebab
dan cara penularan nyamuk, tanda dan gejala
penyakit yang ditimbulkan oleh nyamuk,
pencegahan penyebaran
nyamuk.
Realisasi Pemecahan Masalah.
Kegiatan yang dilakukan dalam mencapai tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah sebagai berikut:
1.
Persiapan.
a.
Mengurus surat izin dan surat tugas untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
b.
Menghubungi Kepala Sekolah
SDK St. Vincent ibu Sisilia S.Pd. SD menetapkan jumlah peserta dan jadwal pelaksanaan pengabdian kepada siswa siswi SD.
2.
Pelaksanaan.
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan pada tanggal 17 Maret 2017 di SDK St. Vincent
Desa Gunung Besar Kabupaten Tanah Bumbu
Khalayak Sasaran.
Sebagai peserta dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah para siswa-siswi kelas
2 di SDK St. Vincent Tanah Bumbu.
Metode yang
digunakan.
Metode yang digunakan dalam melaksanakan kegiatan pengabdian ini adalah metode ceramah, Tanya jawab, dan diskusi.
HASIL DAN PEMBAHASAN
Berdasarkan pengamatan selama kegiatan pengabdian kepada masyarakat berlangsung, diperoleh beberapa hasil yang positif,
diantaranya adalah:
1.
Para peserta menunjukkan perhatian yang sangat tinggi terhadap materi pengabdian yang disampaikan oleh tim pengabdian.
2.
Para peserta aktif bertanya dan mereka bersemangat untuk dapat menerapkan pola hidup sehat di rumah masing-masing dalam keseharian.
Ditinjau dari segi materi pengabdian yang
disampaikan, banyak pengalaman atau pengetahuan baru yang diperoleholeh siswa-siswi yang
ada di SDK St. Vincent Desa Gunung Besar Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi Kalimantan
Selatan.
Secara umum kegiatan pengabdian kepada masyarakat yang
dilaksanakan oleh tim pengabdian masyarakat ini tidaklah menemukan kendala yang cukup berarti, dalam artian bahwa pelaksanaan kegiatan ini cukup lancar. Hanya saja karena keterbatasan dana untuk pelaksanaan pengabdian ini, maka menyebabkan keterbatasan bentuk, jenis, dan waktu pelaksanaan kegiatan.
KESIMPULAN DAN SARAN
Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan pada bagian sebelumnya, diperoleh kesimpulan bahwa kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dapat:
1.
Meningkatkan pengetahuan bagi siswa-siswi tentang makanan yang sehat di SDK St. Vincent Desa Gunung
Besar Kabupaten Tanah Bumbu Provinsi
Kalimantan Selatan.
2.
Meningkatkan semangat para siswa-siswi demi menjaga kesehatan dan kebugaran tubuh dengan memakan makanan yang bergizi.
Berdasarkan kepada hasil yang diperoleh maka dapat disarankan beberapa hal sebagai berikut:
1. Berdasarkan permintaan dari peserta, hendaknya kegiatan-kegiatan seperti ini dapat ditingkatkan frekuensi pelaksanaannya.
2. Biaya untuk pelaksanaan kegiatan ini hendaknya lebih ditingkatkan, sehingga dapat melaksanakan kegiatan lebih variatif dan waktu lebih lama.
DAFTAR PUSTAKA
A.A. Anwar Prabu Mangkunegara. (2010) Manajemen Sumber daya Manusia. Bandung :
PT Remaja Rosdakarya.
Adisamito W. (2007). Sistem Kesehatan. ED1.
Jakarta : PT. Rajagrafindo Persada.
Almatsier S. (2001). Prinsip Dasar Ilmu Gizi. Jakarta : PT. Gramedia pusaka utama.
Anonim. (2004) . Pedoman Pengobatan
Dasar di Puskesmas. Yogyakarta: Depkes RI
Chandra, Dr. Budiman. (2007). Pengantar Kesehatan Lingkungan. Jakarta : Penerbit Buku Kedokteran. Hal 124,
dan 144-147.
Doenges. (2003). Rencana Asuhan Keperawatan Pedoman Untuk Perencanaan Dan Pendokumentasian. Jakarta : EGC.
Ikatan Dokter Anak Indonesia. (2002). Tumbuh Kembang Anak dan Remaja. Ed1.
Jakarta: Sagung seto.
Judarwanti, Widodo. (2010) . Deteksi Dini dan
Pencegahan Penyakit Cacing Pada Anak.Yogyakarta: Depkes RI
Machfoedz I, Suryani E. (2007). Pendidikan Kesehatan bagian dari promosi
kesehatan.yogyakarta : Fitramaya
Mansjoer,Arifin.
(2004) . Kapita Selekta Kedokteran Edisi ke-3 jilid 1. Jakarta : Media Aesculapius Fakultas Kedokteran UI.
Muninjaya AAG. (2004). Manajemen Kesehatan. Ed2. Jakarta : EGC.
Narendra MB, dkk. (2008). Tumbuh Kembang Anak dan Remaja jilid 1. Ed1. Jakarta : Sagung Seto.
Notoatmojo S. (2007). Promosi Kesehatan dan Ilmu Prilaku. Jakarta : Rineka Cipta.
Sediaoetama AD. (1985). Ilmu Gizi. Jakarta : Dian rakyat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar